You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Sendangsari
Logo Desa Sendangsari
Sendangsari

Kec. Pengasih, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat Datang di Website Kalurahan Sendangsari Layanan Online 0813-2633-4562

Pelatihan Teknologi Tepat Guna Penerapan Agensia Hayati Gapoktan Desa Sendangsari

ern 25 November 2019 Dibaca 1.277 Kali

Sendangsari – Kamis (21/11) diadakan pertemuan rutin dan pembinaan rutin Gapoktan Sendang Lestari bertempat di Soto Batok Kepek.

Dalam acara ini hadir Kepala Desa Sendangsari, Suhardi, Ketua KWT se-sendangsari, Dukuh se-Sendangsari, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Sendangsari, Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan, Kuntoro Edi dan Pendamaping Desa Sendangsari.

Menghadirkan narasumber dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Slamet Mujanto, S.T.P, Farliana Wardani dan Teguh.

Acara inti yaitu Pelatihan teknologi tepat guna yaitu penerapan Agensia Hayati atau pemupukan ramah lingkungan dengan bahan Coryn, PGPR, Bluvenia dan Tetes Tebu. Cara penggunaan bahan tersebut adalah dengan cara di semprot. Penggunaan bisa di aplikasikan ke tanaman padi, jagung ataupun Lombok.

Mengapa harus Agensia Hayati 

Agensia Hayati dapat di artikan sebagai agen pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berbasis mahluk hidup. Agensia hayati dapat digolongkan menjadi golongan mikroorganisme dan agensia hayati golongan predator. Agensia hayati golongan mikroorganisme diantaranya ada dari golongan jamur,... bakteri, parasitoid dan parasit. 

Mekanisme kerja agensia hayati diantaranya yaitu:

  1. Antibiosis/lisis, yaitu terjadinya penghambatan atau penghancuran suatu organisme oleh senyawa metabolik beracun yag dihasilkan organism lain.
  2. Kompetisi/persaingan terhadap inang(tempat hidup) dan hara
  3. Hiperparasitisme yaitu mekanisme dimana suatu agens antagonis ini dapat terjadi melalui satu atau lebih mekanisme antagonisme

Beberapa keunggulan agensia hayati diantaranya:

  1. Mengurangi penyakit yaitu dengan cara:
  2. Mengurangi jumlah inokulum pathogen melalui bentuk bertahan diantara tanaman
  3. Mengurangi produksi dan penyebaran propagul(bagian tubuh inokulum patogen)yang berpotensi
  4. Menekan pertumbuhan miselium
  5. Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman
  6. Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali
  7. Melindungi perkecambahan biji dan akar-akaran dari sumber infeksi penyakit
  8. Ramah lingkungan
  9. Tidak menimbulkan resistensi

 (red-wb)

 

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan