Sendangsari, Pelaksanaan Rapidtest massal yang diselenggarakan oleh Puskesmas Pengasih I, diikuti oleh puluhan pamong dari Kalurahan Sendangsari dan Kalurahan Pengasih. Pelaksanaan Rapidtest massal yang berlokasi di Balai Kalurahan Sendangsari pada Senin (25/1/2021) sempat ada salah seorang pamong kalurahan yang merasa takut saat hendak diambil darahnya.
Salah seorang pamong Kalurahan Sendangsari harus menutup wajahnya dengan salah satu telapak tangan saat hendak diambil sampel darahnya oleh petugas medis Puskesmas Pengasih I dalam pelaksanaan Rapidtest massal pagi tadi. Dirinya merasa takut dengan jarum suntik lantaran trauma, dimana pada beberapa hari sebelumnya sudah melakukan hal yang sama. Saat dihubungi, pamong yang enggan disebutkan namanya ini mengungkapkan, pada beberapa hari lalu sudah melakukan rapidtest untuk kebutuhan yang lain, dan sampel darah diambil pada bagian lipatan siku tangan kanan.
“kemaren sudah rapid juga tapi yang dicoblos jarum dibagian lipatan siku tangan sehingga terasa sakit. Ini mau mau dicoblos lagi jadi agak trauma,” ujarnya.
Meski demikian proses pelaksanaan Rapidtest massal untuk pamong kalurahan berjalan dengan lancar dengan jumlah peserta tidak kurang dari 30 orang peserta. Sedangkan saat dihubungi secara terpisah, Carik Sendangsari, Sigit Rahmanto, SPd menuturkan, pelaksanaan Rapidtest ini sebagai salah satu upaya antisipasi secara dini dalam mengantisipasi adanya lonjakan jumlah warga yang terpapar Covid 19.
“memang kita melakukan antisipasi lebih dini dengan harapan bisa menekan laju jumlah warga yang terpapar covid 19. Himbauan kami untuk masyarakat agar tetap mematuhi anjuran pemerintah dengan menerapkan prokes secara disiplin, terutama saat beraktifitas diluar rumah,” ungkap Sigit Rahmanto.