You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan Sendangsari
Kalurahan Sendangsari

Kap. Pengasih, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat Datang di Website Resmi Kalurahan Sendangsari

Sejarah Desa

06 Maret 2019 Dibaca 316.359 Kali
Sejarah Desa

Sendangsari merupakan kalurahan yang terbentuk melalui proses penggabungan atau dikenal dengan istilah blengketan yaitu penggabungan kalurahan-kalurahan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai hadirnya Maklumat No.18 Tahun 1946.

Proses penggabungan tersebut kemudian dikukuhkan oleh Sultan Hamengkubuwono IX melalui Maklumat No. 5/1948 pada tanggal19 April 1948. Dalam proses sejarahnya, Kalurahan Sendangsari yang baru sebelum tahun 1947 merupakan gabungan (bléngkétan) dari  Kalurahan Pereng dan Serang.

Kalurahan Pereng dengan nomor urut 13 terdiri dari beberapa pedukuhan, seperti :
1. Girinyono (Widoro, Jelok, Secang, Jaten, Kalilugu).
2. Blubuk (Klenteng).
3. Pereng (Widoro, Wonolelo, Pening). 
4. Gegunung (Gambirsawit, Pening, Jurang, Ngesong, Karangasem).


Untuk Kalurahan Serang dengan nomor urut 3 terdiri dari beberapa pedukuhan, seperti :
1. Secang (Jelok).
2. Mrunggi (Tjelungup).
3. Kroco.
4. Klegen (Dukuh, Bondalem, Ngledok, Gendol).
5. Serang (Pagutan).
6. Paingan (Paingan, Bokuning).


Pembentukan awal pemerintahan baru di Kalurahan Sendangsari dan penggabungan wilayah pedukuhan pedukuhan tersebut kemudian oleh pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diakui dalam Maklumat No. 5/1948 pada tanggal 19 April 1948. Dalam maklumat tersebut di atas dicantumkan nama kalurahan baru gabungan yaitu  'Kalurahan Sendangsari' dengan nomor urut baru kalurahan di Kabupaten Kulon Progo yaitu No. 17.


Lurah Sendangsari periode 1047 - 2008 :
1.  Moeldjosardjono (1947-1988)
Sarjono atau Moeldjosardjono lahir di Mrunggi pada 17 Januari 1919,  putra dari seorang pedagang Lawé bernama Somadrono. Ia merupakan alumni —setingkat Sekolah Dasar (S.D.)— Sekolah Rakyat (S.R.). Awal karirnya di pemerintahan dimulai dari  magang di Kalurahan Serang sampai menjadi Kepala Bagian Keamanan (jagabaya) sebelum tahun 1947.
2.  Ginosiswanto (Pejabat Lurah Sendangsari, 1989-1990)
Ginosiswanto lahir di Mrunggi pada tanggal 14 April 1939 dan merupakan lulusan Sekolah Rakyat (SR). Ia awalnya diangkat menjadi Kamituwa melalui Surat Keputusan  No. -/17-4-73 Kabpt tanggal  14 April 1973. Setelah Moeldjosardjono wafat pada  bulan Desember 1988, maka Ginosiswanto ditunjuk oleh Bupati Kulon Progo — melalui Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kulon Progo Nomor 114/KPTS/PEM/1989 Tanggal 8 Juni 1989— menjadi Pejabat Kepala Desa sejak tanggal 8 Juni 1989.
3.  Sawiyem (1990-2008)
Sawiyem lahir di Girinyono pada tanggal 6 Mei 1953. Ia merupakan putra dari Kasan Rosidi dan lulusan dari Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA). Ia terpilih menjadi Kepala Desa Sendangsari melalui pilihan kepala desa di Sendangsari pada pilihan tanggal 1 Desember 1989 setelah mengalahkan calon lurah lainnya yaitu Bambang Margono, Radjimin, dan R. Heriyono. B.A.  
4. Sumbogo A.Md ( 2008-2013 )
Sumbogo lahir di Secang pada tanggal 12 Desember 1963. Ia terpilih menjadi Kepala Desa Sendangsari selama 2 periode, namun pada periode kedua pada 27 November 2013 diberhentikan dengan hormat dari jabatan Kepala Desa Sendangsari

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2021 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp2,852,218,352 Rp2,785,552,261
102.39%
Belanja
Rp2,698,254,088 Rp3,029,996,172
89.05%
Pembiayaan
Rp444,443,911 Rp444,443,911
100%

APBDes 2021 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp139,388,494 Rp139,200,000
100.14%
Hasil Aset Desa
Rp35,525,000 Rp29,650,000
119.81%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp85,808,080 Rp22,770,928
376.83%
Dana Desa
Rp1,495,854,000 Rp1,495,854,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp145,746,108 Rp149,727,504
97.34%
Alokasi Dana Desa
Rp787,225,929 Rp787,225,929
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp40,860,000 Rp50,000,000
81.72%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp90,323,900 Rp90,323,900
100%
Penerimaan Bantuan Dari Perusahaan Yang Berlokasi Di Desa
Rp0 Rp1,000,000
0%
Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-tahun Sebelumnya
Rp24,500,850 Rp18,600,000
131.73%
Bunga Bank
Rp6,985,991 Rp1,200,000
582.17%

APBDes 2021 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,389,992,788 Rp1,550,430,638
89.65%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp936,182,700 Rp994,360,091
94.15%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp30,600,000 Rp77,757,400
39.35%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp42,008,000 Rp44,391,000
94.63%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp299,470,600 Rp363,057,043
82.49%