You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan Sendangsari

Jl. Clereng-Wates, Kalurahan Sendangsari, Kap. Pengasih, Kab. Kulon Progo, Prov. DI Yogyakarta
Kode Pos : 55652 Telp. (0274) 775114 Email : sendangsarikp@gmail.com
Info

Deputi Bidang KSPK BkkbN Pusat Mengunjungi Desa Sendangsari Masalah Penanganan Stunting


Kedatangan Deputi Bidang KSPK BkkbN pusat M Yani disambut langsung oleh Camat Pengasih Drs. Warsidi didampingi Perwakilan BkkbN DIY Kabit KSPK dr. Iin Nadhifah Hamid, Drs. Mardiyo dari Dinas PMD Dalduk KB, PLKB Kecamatan Pengasih, Kades Sendangsari, Ketua PPKK Desa Sendangsari, Ketua Kampung KB Desa Sendangsari dan warga yang mempunyai Baduta, Minggu, (29/09/19).

Rombongan dari Deputi KSPK BKKBN Pusat mengunjungi Balai Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, dalam rangka melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penanganan Stunting di Desa Sendangsari. Robongan dari pusat adalah Debuti KSPK M Yani, Direktur Balnak Evi Ratnawati, dan Direktur Remaja Eka Sulistia Endiningsih. Monitoring meliput kegiatan di Kampung KB Percontohan dan Interview kepada masyarakat di Kampung KB Desa Sendangsari baik kegiatan PIK R, BKB, dan BKR yang langsung berhubungan dengan penanganan stunting.

Pada kesempatan itu, Drs. Warsidi selaku Camat Pengasih menyampaiakan sambutanya mengucapkan selamat datang kepada Tim Monev, dan menyampaikan penangan stunting di Desa Sendangsari sudah cukup baik karena komitmen Pemerintah Desa dan semua unsur masyarakat berperan untuk menurunkan angka stunting tersebut. Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN M Yani menyampaikan bahwa stunting merupakan “kekerdilan” sehingga balita menjadi pendek yang menggambarkan adanya masalah gizi kronis, dipengaruhi dari kondisi ibu/calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita.

Oleh karena itu perlu upaya mencegah dan mengurangi gangguan secara langsung (intervensi gizi spesifik) dan upaya untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara tidak langsung (intervensi gizi sensitif).Intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan di sektor kesehatan, namun hanya berkontribusi 30%, sedangkan 70% nya merupakan kontribusi intervensi gizi sensitif yang melibatkan berbagai sektor seperti ketahanan pangan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, penanggulangan kemiskinan, pendidikan, sosial, dan sebagainya.

Direktur Balnak Evi Ratnawati menyempatkan diskusi kepada orang tua anak Baduta (Bawah dua tahun) tentang penanganan stunting di usia 2 tahun harus di upayakan dengan intervensi gizi spesifik untuk balita pendek difokuskan pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak 0-23 bulan, karena penanggulangan balita pendek yang paling efektif dilakukan pada 1.000 HPK.

"Dengan di bentuknya Kampung KB di Desa Sendangsari diharapkan juga dapat mengurangi angka stunting dengan kelompok kegiatan PIK R, BKB, BKR, BKL, dan UPPKS ," tegasnya.

Dalam kegiatan monev ini UPPKS Mukti Migunani Kampung KB Desa Sendangsari juga mengadakan bazar makanan lokal hasil kegiatan (S-Dw).

Bagikan artikel ini: