Selamat Datang di Website Kalurahan Sendangsari Pengasih Kulon Progo --- "Melayani Masyarakat Dengan Sepenuh Hati"

Segenap Pamong Kalurahan Sendangsari Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1441 Hijriyah, Mohon Maaf Lahir dan Batin

 

Tingkatkan Kesadaran Bela Negara, Lurah Sendangsari Ikuti Sosialisasi Kementerian Pertahanan RI

Admin Web_Desa 21 Februari 2020 08:53:15 Berita Desa

Sendangsari – Pj Lurah Sendangsari, Samsudin mengikuti acara Sosialisasi Kesadaran Bela Negara Bagi Bagi Lingkup pekerjaan Kabupaten Kulon Progo yang bertempat di Hotel Ros-Inn, Yogyakarta. Sosialisasi ini dilaksanakan selama dua hari pada 19-20 Februari 2020 dengan narasumber dari Kementerian Pertahanan , Korem 072 Yogyakarta dan Pemkab Kulon Progo.

Sosialisasi tersebut diikuti 200 peserta dari berbagai elemen masyarakat mulai dari Lurah, Panewu, Perwakilan BUMD, BUMN, KADIN, Gapensi dan pekerja swasta yang ada di Kulon Progo.

Ditjen Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI membekali Lurah, Panewu dan sejumlah pekerja di Kabupaten Kulon Progo terkait kesadaran bela Negara.

Direktur Bela Negara Ditjen Pohan, kemeterian Pertahanan, Brigjend TNI Jubei Levianto mengatakan Kementeriannya bertanggung jawab kepada Presiden dalam hal Pertahanan.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat dalam mendukung sistem pertahanan negara yang mengusung sistem defensif aktif.

Sistem pertahanan defensif aktif yang diusung Indonesia, yakni mengusung prinsip bertahan bukan berorientasi menyerang. Sistem ini dijabarkan dalam bentuk sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (siskamhamrata) yang kemudian dikenal dengan sistem pertahanan semesta (sishanta).

“Sistem pertahanan yang dibangun semata ditujukan untuk menjaga serangan dari luar,” katanya saat membuka sosialisasi Kesadaran Bela Negara lingkung Pekerjaan Kabupaten Kulonprogo 2020.

Dia juga mengatakan bahwa sistem pertahanan negara, dituntut harus kuat agar negara lain menghormati kedaulatan Indonesia.

"Membangun sektor pertahanan diperlukan kesepahaman seluruh unsur bangsa. Sektor pertahanan harus dipandang sebagai sebuah investasi bukan sekedar anggaran," tuturnya.

Hanya saja untuk mewujudkan kekuatan militer dan sistem persenjataan yang tangguh, butuh anggaran yang besar. Untuk itulah dicari solusi potensi kekuatan bangsa dengan melibatkan seluruh masyarakat.

“Pejuang dan veteran telah mewariskan sishamkamrata yang implementasinya berupa pola perang berjenjang,”jelasnya.

Pemerintah juga telah menetapkan UU No 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Regulasi ini menjelaskan seluruh Sumber Daya Manusia ataupun Sumber Daya Alam dan sumber daya buatan dan sarana prasarana nasional menjadi kekuatan pertahanan negara. Regulasi ini mengatur tentang bela negara, komponen pendukung dan komponen cadangan serta mobilisasi dan demobilisasi.

“Bela Negara bukan wajib militer atau metamorfosa militer gaya baru. Namun merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan negara sesuai status dan profesi masing-masing,”ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa bela Negara bukan berarti memanggul senjata dan berbau militerisme. Namun bagaimana warga negara mampu memberikan kontribusi demi kemajuan bangsa.(red-wb)







 

 

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Update

Cek Berita Hoax

Profil Desa Sendangsari

Aparatur Kalurahan

Peta Desa

Sinergi Program

Pajak Aduan

Komentar Terkini

Lokasi Kantor Kalurahan

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung