Selamat Datang di Website Kalurahan Sendangsari Pengasih Kulon Progo --- "Melayani Masyarakat Dengan Sepenuh Hati"

Segenap Pamong Kalurahan Sendangsari Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1441 Hijriyah, Mohon Maaf Lahir dan Batin

 

Mulai 1 Juli, 2 Obyek Wisata di Bukit Menoreh Bakal Kembali Buka

Operator 30 Juni 2020 09:17:31 Berita Desa

KULON PROGO. Kompas.com--Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana kembali membuka dua obyek wisata di Bukit Menoreh yaitu Kalibiru dan Pulepayung.

Pembukaan yang akan berlangsung pada 1 Juli 2020 dalam rangka penerapan kenormalan baru atau new normal dalam sektor pariwisata.

Pengujung dua obyek wisata di Kapanewon (kecamatan) Kokap, Kabupaten Kulon Progo tersebut, diwajibkan menaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kami berharap satu hari bisa jalan dua tempat (Kalibiru dan Pulepayung). Tanggal 1 Juli 2020 sudah uji coba,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kulon Progo, Nining Kunwantari di tengah simulasi Kalibiru memasuki masa kenormalan baru, Senin (29/6/2020)

Kalibiru dan Pulepayung dianggap sebagai obyek wisata di Kulon Progo yang paling siap memasuki normal baru. Hal ini dilihat dari sarana prasarana yang disediakan, ketersedian alat pelindung diri bagi para pelaku wisata, hingga prosedur yang dijalankan. Jelang pembukaan kembali, Dinas Dinas Pariwisata Kulon Progo juga sudah menggelar simulasi di Kalibiru dan Pulepayung.

“Kalau sudah melakukan simulasi dan dalam simulasi itu sudah memenuhi persyaratan boleh melaksanakan uji coba," kata Nining.

Dalam simulasi, mereka memastikan semua fasilitas dan prosedur protokol kesehatan terpenuhi. Mulai dari pengecekan suhu badan pengunjung, cuci tangan dengan sabun, hingga pembelian tiket secara nontunai Pengelola juga wajib mencantumkan nomor telepon puskesmas terdekat dan Satgas Covid-19.

Selama new normal, jumlah pengunjung juga tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas. Selain itu, pengelola tempat wisata diwajibkan melakukan pembersihan dengan disinfektan secara berkala. Pergerakan wisatawan dalam lokasi wisata juga diatur untuk menghindarkan dari penumpukan, meminimalkan persinggungan antara pengunjung yang masuk dan keluar, dan pembatasan kontak wisatawan dan pengelola.

Selama uji coba, Dinas Dinas Pariwisata Kulon Progo akan melakukan pengawasan untuk memastikan semua yang disimulasikan berjalan dengan baik. Evaluasi awal berlangsung selama dua pekan.

"Kalau bisa memenuhi persyaratan, oke lanjut untuk buka walaupun juga menunggu ketentuan dari provinsi. Artinya pembukaan menunggu kebijakan dari Gubernur," kata Nining.

Nining berharap, pengelola obyek wisata menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Pemerintah akan bersikap tegas bila didapati kegiatan yang tidak sesuai apa yang telah disimulasikan. “Secara umum sudah baik tapi masih perlu penambahan di sana sini. Uji coba nanti (bisa dibatalkan) kalau protokol tidak dilaksanakan. Misal, ada sabun, tisu dan wastafel dalam simulasi, tapi dalam pelaksanaan tidak ada,” kata Nining.

Kalibiru menutup layanan sejak 24 Maret 2020. Sejak itu, pengelola dan pekerja kompleks wisata Kalibiru dan masyarakat sekitar kehilangan mata pencarian. Padahal, banyak warga yang mengandalkan hidup dari obyek wisata ini. Mereka membuka warung, penginapan, jasa transportasi wisata tumbuh pesat.

Ketua Pengelola Objek Wisata Kalibiru, Sudadi, mengungkapkan warga mulai melihat ada harapan baru setelah menganggur hampir empat bulan ini. Karenanya, Sudadi mengungkapkan, besar harapannya supaya Kalibiru tetap bisa dibuka kembali. Masyarakat pun bisa membuka lagi usahanya.

Sudadi membayangkan, Kalibiru kembali bisa hidup dari wisatawan. Pada hari normal sebelum pandemi Covid-19 melanda, Kalibiru bisa menerima lebih dari 1.000 - 2.000 pengunjung pada akhir pekan. “Kita sudah didatangi wisatawan dari 14 negara, paling banyak dari Malaysia dan Singapura,” kata Sudadi.

Untuk menerima kembali wisatawan, berbagai sarana dan prasarana kesehatan sudah disiapkan. Pengelola dan pelaku wisata Kalibiru kerja bakti menyediakan fasilitas, perbaikan dan perawatan spot dalam obyek wisata. Bahkan, pengelola sampai menjual satu dari dua mobil operasional untuk membiayai penyediaan fasilitas yang dibutuhkan. Kira-kira kita (menghabiskan biaya) sekitar Rp 50 juta.

Kami ada dana sedikit ditambah menjual mobil. Ini transportasi untuk menolong kendaraan yang tidak kuat (naik), akhirnya kami lepas (jual),” kata Sudadi.

Sementara itu, pelaku wisata dari Pulepayung, Sukamto mengungkapkan rencana serupa. Obyek wisata Pulepayung akan menguji coba pembukaan lokasi wisata mulai 1 Juli 2020.

Pulepayung dan Kalibiru merupakan obyek wisata yang bertetangga. Keduanya sama-sama mengandalkan pemandangan berlatar Waduk Sermo. Sukamto mengungkapkan, pengelola Pulepayung telah menambah berbagai sarana prasarana untuk bisa memasuki uji coba wisata di masa normal baru. "Tempat cuci tangan tersedia 20 unit. Tempat jual tiket sudah dipasang akrilik. Karyawan pakai face shield, dan meminimalkan kontak dan banyak lagi," kata Sukamto.

Pihaknya terus berbenah untuk memastikan, obyek wisata Pulepayung siap menerima pengunjung sejak awal Juli nanti. "Sekarang masih dalam penyempurnaan," kata Sukamto.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Update

Cek Berita Hoax

Profil Desa Sendangsari

Aparatur Kalurahan

Peta Desa

Sinergi Program

Pajak Aduan

Komentar Terkini

Lokasi Kantor Kalurahan

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung