You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan Sendangsari
Kalurahan Sendangsari

Kap. Pengasih, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1444 H

Bank Sampah Se Sendangsari Adakan Rapat Koordinasi

ern 25 Mei 2023 Dibaca 41 Kali
Bank Sampah Se Sendangsari Adakan Rapat Koordinasi

Sendangsari-- Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pengasih dengan 10 padukuhan didalamnya sampai saat ini telah berdiri 16 bank sampah. Ada sebanyak 15 bank sampah yang merupakan bank sampah unit, dan 1 bank sampah induk. Dari 16 bank sampah tersebut semua aktif disetiap bulannya dalam pengelolaan sampah.

Untuk menambah semangat pengurus, Pemerintah Kalurahan Sendangsari mengadakan pertemuan dalam sebuah rapat koordinasi bank sampah Sendangsari pada Rabu, 24 Mei 2023.

Bertempat di Omah Dhuawar, Padukuhan Kroco, pertemuan dihadiri oleh 24 orang pengurus bank sampah, pengurus Asosiasi Bank Sampah Sendangsari, serta pamong Kalurahan Sendangsari. 

Dari Pemerintah Kalurahan Sendangsari, Sigit Rahmanto,SPd. selaku Carik memberi penjelasan tentang pentingnya perencanaan. Masing-masing pengurus hendaknya merencanakan kegiatan yang akan diusulkan melalui musyawarah padukuhan (musduk). Selain perencanaan, setiap bank sampah perlu memiliki inovasi  untuk dapat menambah pendapatan selain dari penjualan sampah.

"Saat Musduk itu dari bank sampah usul saja. Mungkin untuk operasional atau kegiatan pembinaan bank sampah. Untuk menambah ilmu tentang pengelolaan sampah, pengurus juga bisa lihat di youtube tentang inovasi apa saja yang telah dilakukan bank sampah lain yang lebih maju, contohnya bank sampah di Panggungharjo. " Tutur Sigit Rahmanto.

Berkaitan dengan adanya peraturan baru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah, pengurus perlu memperbaharui SK Bank Sampah untuk menyesuaikan susunan organisasi dengan Permen tersebut. Dengan adanya Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Kalurahan, dapat memperkuat status legalitas dari sebuah kelompok. Menunjukkan SK saat melakukan sosialisasi juga akan menambah kepercayaan dari masyarakat.

"SK bank sampah dimohon untuk diperbaharui menyesuaikan permen yang baru, karena Sk dapat digunakan sebagai landasan saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat."imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari pembina bank sampah Sendangsari, Sugiyanto,SE. Ia mengusulkan agar pengurus Asosiasi Bank Sampah Sendangsari ditambah. 

"jika kemarin hanya ada ketua, sekretaris dan bendahara, mulai tahun ini akan ditambah dengan divisi pemasaran, divisi produksi, dan divisi umum. Monggo mumpung ada pertemuan dapat diputuskan sekalian siapa saja yang akan mengisi."tutur Sugiyanto.

Tugas dari divisi-divisi tersebut ialah membantu bank sampah yang ada di Sendangsari dalam pemasaran produk, pengolahan sampah agar menjadi produk layak jual, serta untuk keperluan administrasi asosiasi.

Setiap bank sampah diharapkan memiliki ciri khas atau icon  dalam hal pengolahan sampah. Sehingga ketika ada even atau pameran dapat menampilkan hasil karyanya untuk dapat dikenal oleh umum.

Masing-masing bank sampah juga dimohon untuk menginventarisasi permasalahan atau kendala yang dihadapi untuk kemudian dicari solusinya sehingga bank sampah dapat terus aktif, tidak mati suri. Pengurus dapat sharing melalui grup WA atau dapat disampaikan saat pertemuan asosiasi seperti saat ini. 

"silahkan pengurus menyampaikan masalah apa saja yang dihadapi, kemudian nanti akan kita cari solusinya bersama-sama. Saya sebagai penasehat  juga selaku Bank Sampah Induk akan berusaha membantu agar setiap masalah dapat diselesaikan dengan baik. Jangan ragu untuk sharing, itu demi kelancaran kegiatan bank sampah kita."imbuhnya.

Beberapa bank sampah juga telah memiliki QRis Bank BPD DIY yang dibagikan saat pertemuan. Dengan menggunakan QRis, bank sampah dapar menerima pembayaran air, listrik, PBB, juga pembayaran uang sampah.

"Dengan memanfaatkan QRis ini bank sampah bisa mendapat tambahan pendapatan dari fee ketika melakukan transaksi keuangan. Pembayaran uang sampah juga jadi lebih mudah karena tinggal scan barcode ."pungkas Sugiyanto.

(ern)

 

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2021 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp2,852,218,352 Rp2,785,552,261
102.39%
Belanja
Rp2,698,254,088 Rp3,029,996,172
89.05%
Pembiayaan
Rp444,443,911 Rp444,443,911
100%

APBDes 2021 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp139,388,494 Rp139,200,000
100.14%
Hasil Aset Desa
Rp35,525,000 Rp29,650,000
119.81%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp85,808,080 Rp22,770,928
376.83%
Dana Desa
Rp1,495,854,000 Rp1,495,854,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp145,746,108 Rp149,727,504
97.34%
Alokasi Dana Desa
Rp787,225,929 Rp787,225,929
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp40,860,000 Rp50,000,000
81.72%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp90,323,900 Rp90,323,900
100%
Penerimaan Bantuan Dari Perusahaan Yang Berlokasi Di Desa
Rp0 Rp1,000,000
0%
Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-tahun Sebelumnya
Rp24,500,850 Rp18,600,000
131.73%
Bunga Bank
Rp6,985,991 Rp1,200,000
582.17%

APBDes 2021 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,389,992,788 Rp1,550,430,638
89.65%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp936,182,700 Rp994,360,091
94.15%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp30,600,000 Rp77,757,400
39.35%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp42,008,000 Rp44,391,000
94.63%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp299,470,600 Rp363,057,043
82.49%